LUANG POR SOTHORN
Saat mengetahui umat Buddhis Indonesia telah mendirikan sebuah organisasi Buddhis di Beijing, donatur bernama Jirat Wattanachaisang/ 楊俊榮 berkewarganegaraan Thailand yang juga sedang menuntut ilmu bersama Saudara Sutoyo Raharto di Peking University turut berbahagia dan bertekad untuk mendukung Organisasi Buddhis Theravada Maṅgala.
Donatur pun menitipkan rupang kepada temannya, Saudara Jitrlada Lojanatorn, yang sedang kembali ke Chonburi, Thailand untuk membawakan rupang Luang Por Sothorn berwarna coklat yang terbuat dari pecahan genting. Rupang Luang Por Sothorn kemudian diterima oleh Saudara Sutoyo Raharto di Shaoyuan gedung 7, Peking University, Beijing, beberapa minggu setelah Organisasi Buddhis Theravada Maṅgala berdiri.
EMERALD BUDDHA
Pada musim panas bulan Juni tahun 2002, donatur bernama Jirat Wattanachaisang/ 楊俊榮 beserta keluarga kembali bermudita citta mendengar kemajuan Organisasi Buddhis Theravada Maṅgala, kemudian berniat mengumpulkan dana sebesar 10,000 Bath untuk membeli sebuah rupang Emerald Buddha limited edition berwarna hijau dengan bahan dasar logam yang hanya diproduksi sebanyak 9999 buah di Wat Asokaram, Bangkok, Thailand.
Setelah penyerahan antara kedua belah pihak, Saudara Sutoyo Raharto berniat untuk membawa sebuah rupang Buddha Thailand dan rupang Emerald Buddha dari Thailand ke Beijing. Tetapi setelah mengetahui peraturan bea cukai negara Thailand bahwa ada beberapa rupang Buddha yang harus dilaporkan terlebih dahulu kepada Department of Archeology Thailand sebelum dibawa ke luar negeri, rupang Emerald Buddha akhirnya diserahkan kepada Saudara Jitrlada Lojanatorn untuk dilaporkan kepada Department of Archeology Thailand. Beberapa minggu kemudian, Saudara Jitrlada Lojanatorn akhirnya membawa rupang Emerald Buddha dan menyerahkannya kepada OBM Beijing.
PHRA BUDDHA MANGALA RATANAYOK
Setelah mengetahui perkembangan dan kemajuan Organisasi Buddhis Maṅgala (OBM) dari Bhikkhu Upaseno yang sedang berada di Thailand, sang donatur Krooba At mengajak saudara dan keluarganya bersama-sama mengumpulkan dana untuk memesan rupang Buddha khusus yang akan diberikan kepada OBM Beijing. Ketika itu juga, Bhikkhu Upaseno mengabarkan kepada para pengurus OBM Beijing mengenai umat Thailand yang ingin mendanakan rupang Buddha berukuran besar. Akan tetapi banyak pengurus yang menolak dikarenakan OBM Beijing tidak memiliki ruang yang cukup untuk menyimpannya.
Setelah mengajukan hasil proses tawar menawar antara Bhikkhu Upaseno dan Henry Santoso (Ketua Umum OBM Beijing periode 2005-2006) untuk menerima ukuran rupang Buddha yang mudah disimpan kepada sang donatur, namun Krooba At tetap bersikeras untuk mendanakan rupang Buddha berukuran besar. Akhirnya disetujui pembuatan rupang Buddha ukuran besar dengan dengan ukuran lebar 29 inci, dasar dengan ukuran 39 inci, dan tinggi 59 inci. Pemilihan angka 9 pada ukuran rupang dikarenakan keluarga donatur menyukai angka 9. Krooba At lebih merasa gembira ketika mengetahui bahwa ulang tahun OBM Beijing jatuh pada tanggal 9 bulan 9.